TONG CU PIA
BULATNYA BULAN, UTUHNYA KELUARGA
Ada satu malam dalam tradisi masyarakat Tionghoa ketika bulan purnama tampak begitu istimewa. Keluarga berkumpul, meja dipenuhi teh hangat, buah-buahan, dan sebuah kue berbentuk bulat yang kita kenal sebagai Moon Cake, Kue Bulan, atau yang sering disebut Tong Cu Pia.
Tong Cu Pia bukan sekadar makanan.
Di balik bentuknya yang sederhana tersimpan kisah panjang tentang keluarga, kerinduan, kebersamaan, dan rasa syukur.
Tradisi menikmati kue bulan berkaitan erat dengan Festival Pertengahan Musim Gugur atau Mid-Autumn Festival,
yang dirayakan pada hari ke-15 bulan ke-8 dalam penanggalan lunar Tionghoa.
Pada malam itu, bulan dipercaya berada dalam keadaan paling bulat dan terang.
Sejak zaman dahulu, masyarakat Tionghoa memandang bulan purnama sebagai lambang keutuhan dan persatuan keluarga.
Bentuk kue bulan yang bulat pun mengikuti makna tersebut.
Bulat berarti lengkap.
Bulat berarti bersatu.
Bulat juga mengingatkan bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, keluarga tetap menjadi tempat untuk kembali.
Ada berbagai cerita dan legenda yang menyertai Festival Pertengahan Musim Gugur.
Salah satu yang paling terkenal adalah kisah Chang’e,
tokoh dalam mitologi Tiongkok yang dikisahkan tinggal di bulan. Dari generasi ke generasi, cerita tentang bulan itu diwariskan bersama kebiasaan berkumpul dan menikmati kue bulan.
Pada malam perayaan, keluarga biasanya duduk bersama. Kue bulan yang cukup besar tidak selalu dimakan seorang diri.
Kue itu dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian dibagikan kepada anggota keluarga.
Di situlah terdapat sebuah pelajaran sederhana tetapi indah.
Satu kue, dibagi bersama.
Yang penting bukan seberapa besar bagian yang kita peroleh, melainkan dengan siapa kita menikmatinya.
Sambil menikmati Tong Cu Pia dan secangkir teh, orang tua bercakap dengan anak-anak, saudara bertemu saudara, dan mereka yang lama tidak berjumpa mempunyai kesempatan untuk kembali duduk dalam satu meja.
Isi kue bulan pun bermacam-macam.
Ada pasta biji teratai, kacang merah, kacang-kacangan, hingga kuning telur asin.
Kuning telur yang bulat di tengah kue sering mengingatkan pada bulan purnama yang bersinar di langit.
Di masa sekarang, bentuk dan rasa Tong Cu Pia terus berkembang. Namun pesan yang dibawanya tetap sama: kebersamaan, keharmonisan, rasa syukur, dan harapan akan kehidupan yang baik.
Karena itu, ketika kita menerima sebuah Tong Cu Pia, jangan hanya melihatnya sebagai sebuah kue.
Lihatlah bentuknya yang bulat.
Ingatlah keluarga kita.
Ingatlah orang-orang yang pernah berjalan bersama kita.
Dan ketika kue itu dipotong dan dibagikan, semoga kita juga belajar membagikan perhatian, kasih sayang, rezeki, serta kebahagiaan kepada sesama.
Jangan lupa untuk pemesanan Kue Bulan atau Moon Cake atau Tong Cu Pia
Anda bisa menghubungi Ibu Dea Julianti
+62 899-9843-264
Atau hubungi KRIS Call Centre
08119620888
Jangan lupa bagi aku ya
Malam boleh berganti.
Bulan purnama akan datang dan pergi.
Tetapi kasih dalam keluarga hendaknya tetap tinggal di hati.
Selamat menikmati Tong Cu Pia.
Selamat merayakan kebersamaan di bawah sinar bulan yang sama.
Karena bulan yang bulat mengingatkan kita
kebahagiaan terasa lebih lengkap ketika dinikmati bersama.
Kalau Bapak Adharta mau, saya mau kirim kue bulan ke rumah
Monica Joseph
Sekretaris Jenderal KRIS
Sahabat dalam Cita
Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS
Call Center
08119620888
www.kris.or.idĀ IĀ www.adharta.com
