CERPEN No. 0111

JUMAT PERTAMA

Oleh: Adharta
Ketua Umum KRIS

Jakarta, Minggu, 27 September 2026

JUMAT, HARI UNTUK MENDEKAT KEPADA TUHAN

Hari Jumat selalu datang dengan caranya sendiri.

Bagi sebagian orang, Jumat adalah pertanda bahwa satu minggu kerja hampir selesai.

Ada yang menantikannya karena esok hari adalah akhir pekan.

Ada pula yang melihat Jumat sebagai hari untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menenangkan hati, berdoa, dan kembali mengingat Sang Pencipta.

Namun di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, Jumat juga mengajarkan sesuatu yang indah

kita dapat memiliki cara beribadah yang berbeda, tetapi sama-sama merindukan kedamaian, kebaikan, kasih, dan kedekatan dengan Tuhan.

JUMAT BAGI UMAT ISLAM

Bagi umat Islam, hari Jumat mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Jumat merupakan hari dilaksanakannya Salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi kewajibannya, sekaligus menjadi kesempatan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, bershalawat, serta melakukan berbagai amal kebajikan.
Allah SWT berfirman

“Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

(QS. Al-Jumu’ah: 9)

Hari Jumat mengingatkan umat untuk tidak tenggelam sepenuhnya dalam urusan dunia.

Sesibuk apa pun manusia bekerja dan mengejar kehidupan, ada saatnya hati kembali menghadap kepada Allah.

JUMAT BAGI UMAT BUDDHA

Dalam ajaran Buddha, Jumat diingat secara universal ditetapkan sebagai hari suci mingguan seperti kedudukan Jumat dalam Islam.

Hari-hari keagamaan Buddhis lebih erat berkaitan dengan kalender dan tradisi Buddhis, termasuk hari Uposatha dalam berbagai tradisi.

Namun nilai Jumat yang dapat dihayati pada hari istimewa dan tetaplah luhur
melatih perhatian dan kesadaran, mengembangkan cinta kasih dan belas kasih, melakukan kebajikan, bermeditasi, serta menghindari perbuatan yang menyebabkan penderitaan.

Maka hari Jumat pun dapat menjadi kesempatan untuk menenangkan batin dan memperbanyak kebajikan.

JUMAT BAGI UMAT HINDU

Dalam agama Hindu, praktik keagamaan sangat kaya dan beragam menurut tradisi dan daerah.

Hari Jumat dapat mempunyai makna khusus atau praktik tertentu dalam sebagian tradisi Hindu, tetapi terdapat satu pengertian tunggal tentang Jumat yang berlaku sama bagi seluruh umat Hindu.
Yang terpenting adalah semangat dharma
menjalankan kehidupan dengan kebenaran, kewajiban, kebajikan, pengendalian diri, dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa.
Doa dan persembahyangan mengingatkan manusia agar menjaga keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

JUMAT BAGI UMAT KONGHUCU

Dalam agama Khonghucu, Jumat juga merupakan hari ibadah mingguan universal yang memiliki kedudukan khusus sebagaimana Jumat dalam Islam.
Namun setiap hari merupakan kesempatan untuk membina diri, menghormati Tian, berbakti kepada orang tua dan leluhur, menjaga hubungan yang baik dengan sesama, serta menjalankan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena pada akhirnya, nilai sebuah hari bukan hanya terletak pada namanya, melainkan pada kebaikan yang kita lakukan di dalamnya.
Kebiasaan mengunjungi orang tua di hari Jumat pertama jadi tradisi yang sangat indah

JUMAT BAGI UMAT KATOLIK

Bagi umat Katolik, Jumat mempunyai makna yang mendalam karena mengingatkan pada sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib.

Karena itu, Jumat juga erat dengan semangat pertobatan, pengorbanan, doa, dan kasih.

Ada pula tradisi Jumat Pertama, yaitu devosi kepada Hati Kudus Yesus.

Banyak umat Katolik mengikuti Misa Jumat Pertama, menerima Komuni Kudus, berdoa, dan merenungkan kasih Kristus.

Jumat Pertama bukan sekadar sebuah kebiasaan.
Ia dapat menjadi saat untuk bertanya kepada diri sendiri

Sudahkah aku mengasihi?
Sudahkah aku mengampuni?
Sudahkah aku membantu mereka yang membutuhkan?

Sudahkah hidupku menjadi berkat bagi orang lain?

Doa yang sejati hendaknya tidak berhenti pada kata-kata.

Doa harus turun dari bibir menuju hati, lalu bergerak melalui tangan menjadi perbuatan kasih.

JUMAT BAGI UMAT PROTESTAN

Dalam tradisi Protestan terdapat banyak denominasi dengan tata ibadah dan kebiasaan yang beragam.

Secara umum, Jumat bukan hari ibadah mingguan utama sebagaimana hari Minggu.
Namun Jumat memiliki arti penting dalam kehidupan Kristen, terutama Jumat Agung, ketika umat Kristiani mengenang penyaliban dan wafat Yesus Kristus.
Di luar peringatan tersebut, umat Protestan dapat berdoa, membaca Alkitab, melakukan persekutuan, pelayanan, dan karya kasih pada Jumat pertama maupun hari-hari lainnya.

Sebab hubungan dengan Tuhan tidak dibatasi oleh satu hari tertentu.

MANFAAT DOA DI HARI JUMAT

Cara dan ajaran doa setiap agama tentu berbeda dan harus dihormati sesuai keyakinan masing-masing.

Namun secara manusiawi, menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan merenung dapat menolong kita menghentikan sejenak hiruk-pikuk kehidupan.

Dalam doa, kita belajar bersyukur ketika bahagia, memperoleh keteguhan ketika menghadapi kesulitan, memeriksa kembali kesalahan diri, memohon kekuatan untuk mengampuni, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Doa juga mengingatkan kita bahwa manusia mempunyai keterbatasan

Kita boleh memiliki jabatan tinggi.
Kita boleh mempunyai harta berlimpah.

Kita boleh dikenal banyak orang.

Namun pada akhirnya, yang membuat kehidupan berarti bukan hanya apa yang kita miliki, melainkan berapa banyak kebaikan yang telah kita bagikan.

JUMAT YANG MENYATUKAN DALAM KEBAIKAN

Indonesia adalah rumah besar.
Di dalamnya ada masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng, dan berbagai tempat ibadah.

Ada azan yang berkumandang, lonceng gereja yang berbunyi, dupa yang dinyalakan, kitab suci yang dibaca, serta tangan-tangan yang terkatup dalam doa.

Cara kita berdoa mungkin berbeda.
Nama dan tata cara peribadatan kita juga berbeda.
Tetapi ketika seseorang keluar dari tempat ibadah dengan hati yang lebih penuh kasih, lebih jujur, lebih sabar, lebih suka menolong, dan lebih menghormati sesamanya, maka nilai-nilai luhur agama telah hadir dalam kehidupan nyata.

Janganlah perbedaan cara berdoa membuat kita saling menjauh.

Biarlah doa justru membuat kita semakin dekat sebagai sesama manusia.
Pada Jumat ini, marilah kita mendoakan keluarga kita.
Kita doakan mereka yang sedang sakit.
Kita doakan mereka yang sedang kesepian.
Kita doakan mereka yang kehilangan harapan.

Kita doakan bangsa dan negara kita.
Kita doakan para pemimpin agar menjalankan amanah dengan kebijaksanaan.

Dan kita doakan perdamaian bagi dunia.
Bagi kami di KRIS,
Semangat Jumat Pertama juga menjadi pengingat bahwa iman hendaknya diwujudkan melalui karya nyata.
Bersyukur dalam berkarya.
Berdoa dalam pengharapan.

Melayani dalam kasih.
Dan bersaudara dalam perbedaan.
Karena Tuhan tidak membutuhkan kita untuk saling membenci atas nama-Nya.
Yang dibutuhkan dunia adalah semakin banyak manusia yang mau membawa kasih, kedamaian, kepedulian, dan kebaikan.
Selamat menyambut Jumat Pertama, 2 Oktober 2026.

Semoga doa-doa yang kita panjatkan menjadikan hati semakin teduh, langkah semakin kuat, dan kehidupan kita semakin bermanfaat bagi sesama.
Berbeda iman, tetapi tetap bersaudara.
Berbeda cara berdoa, tetapi bersama-sama menaburkan kebaikan.

Salam Sehat, Salam Kasih, Salam KRIS.

Ayo kita kumpul sambil bergandeng tangan berdoa dan bersyukur

 

Jakarta, 27 September 2026

 

Adharta
Sahabat dalam Cita

Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS

Call Center
08119620888

www.kris.or.id I www.adharta.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *