Cerpen nomor 0112

Sop Kaki Kambing Dudung Roxy

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Minggu
27 September 2026

Perut lapar memang menderita
Kelemahan saya itu tidak bisa makan sendirian
Harus ada yang menemani
Kebetulan malam ini saya sendirian di rumah

Hobby Kuliner ini memang bawaan keluarga
Semua suka makan enak

Malam ini tiba tiba kepingin makan SOP Kaki kambing
Biasanya di Roxy
Hampir semua kenal saya

Mulai dari
Bang Adi dari Sudi Mampir
Mekar Sari milik bang M Ali
Haji Djamhur dan sekarang lagi naik Daun namanya Dudung
Pemilik nya Bang Hadi almarhum
Sekarang di kelola Bang Deddy

Malam ini saya menikmati Sop Kaki Kambing dan Sate Kambing
Ini termasuk di rekomendasi untuk disantap
Selain enak banget
Tekanan darah saya itu cuma 90 60
Untuk naikkan tekanan darah
Coba tanya Dr Hans Cahyadi yang mengawal saya
Juga kolesterol total saya cuma 100 saja
Nah

Akhirnya malam ini saya makan di temanin cucu saya Herlin yang sama hobbynya dengan sang kakek

Sebelumnya saya sempat telpon dengan Putranya bang Hadi sedikit dialog tentang sekarang Bang Dudung yang expert di bidang Sop Kaki kambing

Bagi teman teman yang belum coba
Silahkan ke Jalan Biak. No 44 Roxy anda pasti ketagihan

Bang Dudung

Dari Warung Tenda Sederhana Menjadi Legenda Kuliner Jakarta

Teman teman
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta pada tahun 1975-an, di sebuah sudut Jalan Biak, kawasan Roxy, berdirilah sebuah warung sederhana.

Tidak ada ruangan berpendingin udara.

Tidak ada papan nama mewah. Apalagi restoran besar seperti yang kita kenal sekarang.

Hanya sebuah warung kaki lima dengan tenda sederhana.

Namun dari tempat sederhana itulah, sekitar tahun 1975, perjalanan panjang Sop Kaki Kambing Dudung Roxy dimulai.

Tokoh di balik perjalanan tersebut adalah Haji Dudung. Dari tangannya lahir racikan sop kaki kambing yang kemudian dikenal oleh masyarakat Jakarta.

Pada masa itu, Jalan Biak memang sudah terkenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya para pedagang sop kaki kambing. Persaingan tentu ada.

Namun setiap pedagang memiliki pelanggan masing-masing.
Haji Dudung memilih jalannya sendiri.
Dengan ketekunan, kerja keras, dan menjaga cita rasa, sedikit demi sedikit warungnya mulai dikenal. Orang yang pernah datang kembali lagi.

Mereka kemudian mengajak keluarga, teman, dan kenalan.
Dari mulut ke mulut, nama Dudung Roxy semakin terdengar.

Malam demi malam, asap dari panci besar mengepul.

Potongan kaki kambing, daging dan berbagai pilihan lainnya
Seperti lidah pipi paru babat usus biji terpedo ini paling istimewa

disiapkan untuk pelanggan. Kuah yang gurih dan kaya rempah menjadi daya tarik tersendiri.

Warung kecil itu pun semakin ramai.
Tahun berganti tahun.

Jakarta berubah. Gedung
gedung baru bermunculan, pusat perbelanjaan tumbuh dan gaya hidup masyarakat ikut berubah.
Namun Sop Kaki Kambing Dudung tetap bertahan.
Bahkan, usaha yang awalnya hanya sebuah kedai di Jalan Biak mulai berkembang ke berbagai tempat. Catatan mengenai usaha ini pada 2006 sudah menyebut adanya beberapa gerai di Jakarta, antara lain di kawasan Sudirman, Bursa Efek Jakarta, Mal Ambassador, Kelapa Gading, Taman Anggrek
Mangga Dua, dan Muara Karang.

Pengelolaannya melibatkan keluarga agar cita rasa di setiap gerai tetap seragam.
Inilah salah satu hal menarik dari perjalanan Dudung Roxy.
Yang diwariskan bukan sekadar semangkuk sop kambing, melainkan juga sebuah nama, resep, cara bekerja, dan kepercayaan pelanggan yang dibangun selama bertahun
tahun.
Dari satu generasi, usaha kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Salah satu yang tercatat meneruskan usaha keluarga adalah sahabat saya Dedy, putra Haji Dudung.

Perjalanannya tentu tidak selalu mudah.
Ada perubahan zaman, persaingan usaha, naik-turunnya perekonomian, hingga pandemi.

Tetapi nama Dudung Roxy tetap bertahan sebagai salah satu nama yang dikenal dalam dunia sop kaki kambing Jakarta.
Pada 2019, sebuah tulisan saya di Majalah KULINER
bahkan mencatat bahwa lapak Dudung di Jalan Biak telah berkembang menjadi sekitar enam kali lebih luas dibandingkan lapak awalnya, dan saat itu usaha tersebut sudah memiliki sekitar sepuluh gerai.

Dari sinilah kita bisa melihat bahwa perjalanan Dudung Roxy bukanlah kisah sukses yang terjadi dalam semalam.
Semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana.
Sebuah tenda.
Sebuah panci.
Sebuah resep.

Dan keberanian untuk memulai.
Kemudian ditambah dengan kerja keras, ketekunan, pelayanan kepada pelanggan, serta kemampuan menjaga cita rasa dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kini, setelah sekitar setengah abad berlalu, nama Sop Kaki Kambing Dudung Roxy masih dikenang sebagai bagian dari perjalanan kuliner Jakarta

Orang mungkin datang karena ingin menikmati sop kambingnya.
Tetapi di balik semangkuk sop yang hangat itu tersimpan sebuah perjalanan panjang: perjalanan seorang pedagang kaki lima yang memulai dari bawah, membangun kepercayaan sedikit demi sedikit, lalu meninggalkan sebuah nama yang bertahan melintasi generasi.

Dari kaki lima di Jalan Biak, lahirlah sebuah legenda.
Itulah kisah Sop Kaki Kambing Dudung Roxy

Sebuah pengingat bahwa usaha besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar.
Kadang
kadang, semuanya justru bermula dari sebuah warung tenda sederhana dan sebuah keyakinan untuk terus berjuang.

Bang Hadi atau Bang Dudung sudah ga ada tapi tetapi kami ingat kenangan lalu

 

Adharta
Sahabat dalam Cita

Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS

Call Center
08119620888

www.kris.or.id I www.adharta.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *