Selamat Ulang tahun ke 6
KRIS
Dari KILLCOVID-19, Lahir Sebuah Pengabdian
Oleh: Monica Joseph
Sekretaris Jenderal
KRIS
Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera
Teman-teman
Seperjuangan,
Ada masa dalam perjalanan hidup yang tidak mungkin kita lupakan.
Bagi kami, salah satunya adalah masa ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Jalan-jalan menjadi sepi.
Sekolah ditutup.
Tempat usaha berhenti.
Rumah sakit dipenuhi pasien.
Banyak orang takut keluar rumah.
Bukan hanya karena takut tertular, tetapi karena saat itu kita berhadapan dengan sesuatu yang belum sepenuhnya kita mengerti.
Ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Ada orang sakit yang harus menjalani isolasi.
Ada pula masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker, obat-obatan, bahkan pertolongan ketika kondisi kesehatannya memburuk.
Pada masa itulah kami memilih untuk tidak hanya berdiam diri.
Kami bergerak.
KILLCOVID-19
Dari kepedulian terhadap keadaan masyarakat, lahirlah gerakan KILLCOVID-19.
Namanya sederhana, tetapi semangatnya sangat besar
Bersama sama melawan COVID-19 dan membantu sebanyak mungkin masyarakat.
Kami sadar bahwa menghadapi pandemi bukan hanya pekerjaan dokter, perawat atau pemerintah.
Ini adalah perjuangan kita bersama.
Maka para relawan turun tangan.
Kami membagikan masker kepada masyarakat.
Kami membantu menyediakan dan membagikan obat-obatan bagi mereka yang membutuhkan.
Kami mendampingi orang-orang yang terkena COVID-19.
Ketika ada yang sakit dan membutuhkan pertolongan, kami berusaha hadir.
Kami memberikan pelayanan 5 unit ambulance secara cuma cuma
Ketika ada keluarga yang kebingungan harus berbuat apa, kami berusaha membantu mencarikan jalan.
Mencarikan IGD Rumah sakit
ICU dan fasilitas Oksigen
Ketika vaksin COVID-19 mulai tersedia, kami ikut bergerak menyelenggarakan vaksinasi secara cuma-cuma bagi masyarakat, agar semakin banyak orang memperoleh perlindungan.
Mengapa kami melakukan semuanya?
Karena pada waktu itu masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Dan kami percaya
Kalau kita masih mampu menolong, mengapa kita tidak menolong?
Relawan Tidak Bertanya Siapa Kamu
Dalam pelayanan kemanusiaan, kami tidak bertanya
Apa sukumu?
Apa agamamu?
Dari mana asalmu?
Apa pekerjaanmu?
Kaya atau miskin?
Yang kami lihat adalah satu hal
Ada manusia yang membutuhkan pertolongan.
Itulah yang menggerakkan kami.
Tidak semua perjalanan berjalan mulus.
Para relawan juga mempunyai keluarga.
Mereka juga bisa merasa takut.
Mereka pun mempunyai risiko tertular.
Tetapi di tengah ketakutan itu, ada keberanian untuk tetap hadir bagi sesama.
Ribuan Masker dipakai.
Protokol kesehatan dijaga.
Obat-obatan disiapkan.
Telepon terus berdering.
Ada yang meminta bantuan untuk dirinya sendiri.
Ada yang mencari pertolongan untuk orang tua, saudara, teman, bahkan tetangganya.
Hari demi hari kami jalani.
Kadang lelah.
Kadang sedih.
Terutama ketika mendengar kabar seseorang yang telah kami bantu akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Namun kami tidak boleh berhenti.
Karena di tempat lain masih ada orang yang menunggu pertolongan.
Dari KILLCOVID-19 Menuju KRIS
Pandemi akhirnya perlahan lahan dapat kita lewati.
Tetapi kemudian muncul sebuah pertanyaan:
Apakah semangat kerelawanan ini juga harus berhenti setelah pandemi berakhir?
Jawabannya
Tidak.
Justru pengalaman selama pandemi mengajarkan kepada kami bahwa Indonesia selalu membutuhkan orang-orang yang bersedia peduli kepada sesamanya.
Masyarakat yang membutuhkan pertolongan bukan hanya mereka yang terkena COVID-19.
Masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ada yang membutuhkan pemeriksaan mata.
Ada yang membutuhkan pengobatan gigi.
Perlu perawatan mata
Perlu kaca mata tetapi harganya mahal
Ada anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Ada lansia yang membutuhkan pendampingan.
Ada panti asuhan dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan.
Semangat itu kemudian terus kami bawa dalam perjalanan
K R I S
Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera.
KILLCOVID-19 menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan kami.
Dari sebuah masa yang penuh ketakutan, tumbuh keberanian.
Dari sebuah keadaan darurat, tumbuh kepedulian.
Dari orang-orang yang awalnya bergerak untuk menghadapi pandemi, tumbuh sebuah keluarga besar relawan yang ingin terus mengabdi kepada masyarakat.
KRIS
Hadir untuk Sesama
Untuk bangsa
Untuk Negara
Hari ini mungkin kita sudah bisa kembali berkumpul.
Kita bisa makan bersama.
Kita bisa bersalaman.
Kita bisa bepergian tanpa ketakutan seperti dahulu.
Tetapi jangan pernah melupakan masa itu.
Jangan melupakan dokter dan tenaga kesehatan yang berjuang.
Jangan melupakan para relawan.
Jangan melupakan para donatur.
Jangan melupakan mereka yang menyediakan obat-obatan, masker, makanan, kendaraan Ambulance
dan berbagai kebutuhan lainnya.
Dan terutama, jangan melupakan saudara-saudara kita yang telah pergi meninggalkan kita karena pandemi.
Mereka adalah bagian dari sejarah perjalanan bangsa ini.
Bagi KRIS, pengalaman tersebut memberikan sebuah pelajaran yang sangat sederhana:
Hidup menjadi lebih berarti ketika kita bisa berguna bagi orang lain.
Dulu kami bergerak melalui KILLCOVID-19.
Satu hati
Satu jiwa
Satu tujuan
Hari ini kami melanjutkan semangat itu melalui KRIS
Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera.
Bentuk kegiatannya mungkin berubah.
Zamannya juga berubah.
Tetapi semangatnya tetap sama
Berbagi kasih.
Menguatkan sesama.
Membangun harapan.
Perjalanan kami belum selesai.
Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, selama Tuhan masih memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kami, semoga KRIS tetap dapat hadir.
Bukan untuk mencari nama.
Bukan untuk mendapatkan pujian.
Tetapi karena kami percaya bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, akan sangat berarti bagi seseorang yang sedang membutuhkannya.
Dari KILLCOVID-19 menuju KRIS.
Dari perjuangan melawan pandemi menuju pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
Maju terus KRIS.
Terus berkarya, terus berbagi, dan terus hadir untuk bangsa dan negara.
KRIS Bersama dalam Kepedulian, Mengabdi untuk Indonesia.
KRIS Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera
Selalu bersama anda
Www.kris.or.id
#Sekretariat
KRIS
#Adharta
#Relawanindonesiasehat
