Mengenang
Papi Radius Prawiro
dan
Mami Leonie Supit:
Cinta yang Tumbuh Bersama Pengabdian
Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS
Jakarta
27 Septber 2026
Waktu begitu cepat berlalu
Tentu banyak cerita yang biaa di ukirkan
Kalau saja waktu bisa di putar ulang seperti menonton film maka aku mau memutarnya verulang ulang
Kisahku
Tidak semua kisah cinta lahir di tengah gemerlap.
Ada yang tumbuh dalam kesederhanaan, ditempa oleh perjuangan, lalu menjadi saksi lahirnya pengabdian bagi sebuah bangsa.
Begitulah perjalanan hidup Papi Radius Prawiro dan Mami Leonie Supit.
Takdir mempertemukan mereka di Woudschoten, Belanda, ketika sama-sama menimba ilmu.
Dari sebuah pertemuan sederhana di lingkungan Perserikatan Kristen Indonesia (Perki), tumbuh ikatan yang kelak bertahan seumur hidup.
Pada 5 Juli 1958,
di Den Haag, keduanya mengikat janji suci. Kehidupan rumah tangga mereka jauh dari kata mewah.
Demi memenuhi kebutuhan keluarga, mereka sama-sama mengajar di Sekolah Indonesia.
Papi Radius mengajarkan ilmu pasti, sementara Mami Leonie membimbing murid-murid dalam ilmu bumi dan bahasa Inggris.
Dari sanalah mereka belajar bahwa sebuah keluarga besar dibangun bukan hanya dengan mimpi, tetapi juga kerja keras dan saling menguatkan.
Sekembalinya ke Indonesia, perjalanan Papi Radius terus menanjak hingga dipercaya mengemban berbagai amanah penting, termasuk sebagai Menteri dan Gubernur Bank Indonesia.
Namun, di balik berbagai jabatan itu, selalu ada Mami Leonie yang memilih berdiri satu langkah di belakang.
Ia tidak mencari sorotan, melainkan menjadi peneduh, sahabat, sekaligus tempat pulang bagi suaminya di tengah beratnya tanggung jawab kepada negara.
Kisah Kasih mereka mengajarkan bahwa pengabdian kepada bangsa sering kali bertumpu pada keteguhan sebuah keluarga.
Di balik seorang tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk negeri, ada pasangan yang rela berbagi beban, menjaga harapan, dan menguatkan dalam diam.
Kebersamaan itu berakhir ketika Papi Radius Prawiro wafat pada 2005.
Tiga belas tahun kemudian,
Mami Leonie menyusul sang suami.
Keduanya kini beristirahat berdampingan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, seolah melanjutkan perjalanan yang telah mereka tempuh bersama selama puluhan tahun.
Warisan terbesar yang mereka tinggalkan bukan hanya jejak pengabdian, tetapi juga teladan tentang cinta yang tumbuh dalam kesetiaan, diperkuat oleh perjuangan, dan diabadikan oleh waktu.
Adharta
Sahabat dalam Cita
Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS
Call Center
08119620888
www.kris.or.id I www.adharta.com
Dikutip dari IG
#Adharta
#RadiusPrawiro #LeonieSupit #SejarahTokohIndonesia #KisahInspiratif
