Hari 5
18 hari menuju Baksos KRIS
Panti Asuhan Santo Yusup
Sindanglaya
Cipanas
08 08 2026
Oleh : Adharta
Ketua Umum KRIS
Jakarta
22 Juli 2026
Malam yang dingin
Aku duduk melamun sendiri
Alangkah bahagianya aku dengan kondisi aku
Apa yang aku miliki
Keluarga bahagia
Anak cucu semua baik baik
Tetapi tepi sana
Ada tempat
Dihuni anak anak tanpa keluarga
Ataupun ada Keluarga tapi dianya di buang disana
Sedih sekali
Aku menghapus air mataku dan mau bercerita
Sebuah Kesaksian
Tentang Rumah yang Mengajarkan Arti Kehangatan
Panti Asuhan Santo Yusup di Sindanglaya Cipanas
Jawa Barat
Bukan sekadar tempat.
PASY adalah rumah bagi mereka yang pernah kehilangan.
Dan perlahan… menemukan kembali arti dimiliki.
Di sana,
pagi tidak hanya tentang bangun tidur.
Fajar adalah tentang harapan yang kembali disusun,
meski semalam mungkin diwarnai kerinduan yang dalam.
Di sana, malam tidak hanya tentang beristirahat.
Malam adalah tentang doa-doa kecil,
yang dipanjatkan diam-diam oleh hati yang rindu pelukan.
Panti Asuhan
Santo Yusup tidak selalu penuh tawa.
Kadang sunyi.
Kadang haru.
Kadang… air mata jatuh tanpa suara.
Namun justru di situlah,
keindahannya lahir.
Karena di tengah keterbatasan,
mereka belajar berbagi.
Di tengah kehilangan,
mereka belajar menguatkan.
Dan di tengah kesendirian,
mereka belajar mencintai… satu sama lain.
Ada satu hal yang sering kita lupakan:
Anak-anak ini tidak selalu meminta banyak.
Mereka tidak selalu meminta hadiah besar.
Tidak selalu meminta kemewahan.
Yang mereka rindukan…
Seringkali hanya satu:
Perhatian.
Perhatian yang tulus.
Perhatian yang hadir.
Perhatian yang tidak terburu-buru.
Seseorang yang mendengar cerita mereka.
Seseorang yang menyebut nama mereka.
Seseorang yang membuat mereka merasa… berarti.
Santo Yusup mengajarkan kita sesuatu yang dalam:
Bahwa cinta tidak harus megah.
Bahwa kepedulian tidak harus menunggu mampu.
Kadang, hadir saja sudah cukup.
Kadang, duduk bersama sudah berarti.
Kadang, menyapa dengan tulus… bisa menyembuhkan luka yang lama.
Teman-teman,
KRIS
Sahabat ku
Dimana saja anda berada
18 hari lagi kita akan datang.
Bukan hanya membawa bantuan.
Tapi membawa hati yang penuh Cinta
Mari kita siapkan hati dan diri,
bukan hanya tangan untuk memberi,
tetapi hati untuk memahami.
Karena mungkin,
yang paling mereka butuhkan bukan apa yang kita bawa…
Tetapi bagaimana kita hadir.
Untuk mereka
yang tumbuh tanpa ayah
tanpa ibu
tanpa keluarga
Namun tetap belajar…
menjadi kuat.
Mari kita datang,
dan menjadi bagian kecil dari harapan mereka.
www.kris.or.id I www.adharta.com
