From Samarinda with Love (3)
Oleh: Adharta
Ketua Umum
KRIS
Samarinda
Selasa, 10 Juni 2026
Siapa pun orang Samarinda, jika ditanya apa arti “Samarinda”,
pasti jawabannya
pertama:
Sama Rendah.
Artinya, semua satu hati, satu jiwa
merasa setara, tanpa perbedaan derajat.
Sebuah makna yang sangat indah.
Kedua: Samar Indah
atau suasana yang indah.
Dan memang, Samarinda itu… indah sekali.
Saya terbang kembali ke Jakarta,
namun hati masih tertinggal di Kota Samarinda.
Sempat bertemu Bapak Lendy Yustena di bandara
beliau sedang menjajaki investasi, mencari peluang hotel di Samarinda.
Teringat tahun 1998,
ada restoran apung di atas Sungai Mahakam,
mirip restoran Jumbo di Hong Kong.
Saya pun melamun…
membayangkan keindahan Sungai Mahakam
dihiasi cahaya lampu kapal-kapal di malam hari.
Kini, sungai lebih banyak dilalui tongkang batubara.
Saat melewati Jembatan Mahkota dua terlihat
gelap… tanpa cahaya.
Padahal,
jika semua kapal diwajibkan memasang lampu, shock light LED atau LCD layar lebar
itu bisa menjadi “iklan berjalan” seperti di Shanghai.
Kita pasti bisa.
Tinggal mau atau tidak
menjadikan Samarinda benar-benar “Samar Indah”.
Wallahualam.
Menunggu keberangkatan ke Jakarta,
saya mampir ke Lounge Blue Sky ini mumpung gratis bisa pakai BCA Prioritas dan beberapa kartu Kredit
Lounge yang sangat nyaman.
Makanannya beragam dan lezat.
Kopinya… mantap!
Dengan Rp150.000 saja, Anda sudah bisa menikmati:
pisang goreng, tempe, tahu, jagung rebus,
kacang rebus, berbagai kue basah,
Indomie dan Mie Sedap, dim sum,
bubur sumsum, hingga nasi campur.
Lengkap.
Dan suasananya pun nyaman.
Ada ruang khusus perokok.
Saya memilih duduk di ruang VVIP
Semua lebih nyaman dan tenang.
Pelayanannya ramah.
Bahkan, check-in bisa dibantu tanpa antre,
dan diantar langsung ke ruang tunggu keberangkatan.
Sebuah pengalaman yang istimewa.
Perjalanan semakin menarik saya beli
tiket ekonomi, tapi bisa duduk di kelas bisnis
hanya dengan tambahan Rp1 (dengan kartu kredit BNI Batik).
Sebelum ke bandara,
saya sempat mampir lagi ke Coto Makassar
Marani di jalan DI Panjaitan untuk
kedua kalinya, karena kemarin belum puas.
Restoran time
Namun, duduk hampir lima jam di Blue Sky
ternyata cukup nyaman dan menyenangkan.
Apalagi dengan kopi yang mantap.
Samarinda akan memberi tiga janji kepada Anda
Pertama, menikmati ciptaan Tuhan
alam dan kuliner yang memanjakan.
Kedua, bagi para pebisnis,
masih banyak peluang
terutama dengan hadirnya IKN (Ibu Kota Nusantara)
Ketiga, bagi investor,
pusat ibu kota Kalimantan Timur ini
menawarkan potensi besar di sektor:
industri, pertambangan, perikanan,
dan perdagangan.
Di dalam pesawat,
saya berniat tidur karena lelah.
Namun, di sebelah saya duduk
seorang pengusaha muda di bidang tambang batubara besar.
Beliau tinggal di Samarinda,
dengan dua istri dan sebelas anak.
Sekilas, tampak keluarga yang bahagia.
(Mungkin ada maksud cerita di balik itu…)
Kami berbincang hampir dua jam
tak terasa waktu berlalu.
Karena penerbangan malam,
Batik Air menyajikan makan malam:
nasi campur, nasi uduk, bakmi goreng,
dan berbagai kue.
Sayangnya,
perut saya sudah tidak muat lagi.
Cuaca sangat baik.
Dua jam penerbangan terasa singkat.
Kami pun mendarat di Jakarta.
Langit gelap.
Saya dijemput oleh sopir, bapak Endang.
Kita
Kembali ke realitas dan rutinitas
kemacetan Jakarta yang luar biasa.
Ruwet.
Tidak teratur.
Memang kita perlu “sama rendah”,
tetapi juga perlu pemimpin yang mumpuni.
Jakarta sudah terlalu macet.
Harus ada standar kecepatan minimal.
Misalnya: kendaraan roda 4 umum dll
Harus bisa
40 km/jam diluar tol
artinya jarak tempuh 20 km ditempuh 30 menit saja
Atau minimal 30 km/jam
30 km ditempuh 45 menit.
Namun kenyataannya…
Saya setiap hari
jarak 20 km bisa memakan waktu 2 jam.
Iki piye
Selamat tinggal, Samarinda.
Kita pasti bertemu lagi.
Ada pepatah di sana
Jika Anda sekali datang ke Samarinda,
pasti akan datang kedua kali.
Dan jika sudah minum air Mahakam,
Anda akan sering kembali ke Samarinda
dan merindukannya.
Sayangnya,
sekarang orang lebih banyak minum
air kemasan seperti Aqua atau La Minerale…
(entah airnya dari mana…)
TAMAT
(Sebuah kata yang jika dibalik tetap sama artinya)
Contoh
Kasur ini rusak
Coba… apa lagi?
www.kris.or.id I www.adharta.com
