SUMBANGAN PEMIKIRAN UNTUK MASA DEPAN LIONS CLUB INDONESIA
Sebagai anggota Lions Clubs International sejak tahun 1980, saya telah menjalani perjalanan panjang selama kurang lebih 45 tahun dalam organisasi yang saya cintai ini.
Sebuah perjalanan yang bukan hanya memberikan pengalaman, tetapi juga pemahaman mendalam tentang jati diri, peran, dan arah masa depan Lions Club, khususnya di Indonesia.
Di usia yang tidak lagi muda, saya merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan pemikiran, selagi masih diberi kesempatan untuk berpikir dan menulis.
Harapan saya sederhana: agar Lions Club Indonesia semakin kuat, relevan, dan mampu memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa Indonesia tercinta
Pertama
Lions Club sebagai Penggerak, Bukan Sekadar Organisasi Sosial
Pemahaman mendasar yang perlu kita luruskan adalah bahwa Lions Club bukanlah sekadar organisasi sosial dalam arti konvensional. Lions Club adalah organisasi penggerak kegiatan sosial.
Atau sebut Sebagai Organisasi Pengabdian
Perbedaan ini sangat penting. Jika organisasi sosial lain berperan sebagai “pelaksana langsung” (hardware), maka Lions Club berfungsi sebagai “software”
penggerak, penghubung, dan pengintegrasi berbagai kekuatan sosial yang ada.
Terutama dalam sumberdaya manusia #SDM nya
Dengan konsep ini, Lions Club tidak seharusnya menjadi pesaing bagi organisasi lain, melainkan menjadi mitra strategis.
Kita bisa dan harus bekerja sama dengan berbagai organisasi keagamaan seperti gereja, masjid, vihara, pura, serta lembaga sosial lainnya.
Di sinilah kekuatan Lions Club: menjadi pemersatu. Kita hadir bukan untuk mengambil peran orang lain, tetapi untuk menggerakkan, menginspirasi, dan menyatukan berbagai potensi sosial yang tersebar.
Jika prinsip ini dipegang teguh, maka Lions Club akan menjadi kekuatan besar yang mampu menjangkau lebih luas daripada jika berjalan sendiri.
Kedua
Fokus Utama
Pertumbuhan Keanggotaan
Keberhasilan Lions Club sering kali diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau jumlah kegiatan sosial yang dilakukan. Namun menurut saya, ukuran keberhasilan yang paling utama adalah
Seberapa banyak anggota yang berhasil direkrut dan dipertahankan.
Mengapa demikian?
Karena anggota adalah sumber daya utama. Tanpa anggota, tidak ada gerakan.
Tanpa pertumbuhan anggota, organisasi akan stagnan bahkan menurun.
Untuk itu, saya mengusulkan sebuah program sederhana namun strategis:
Program 1-1-1:
1 anggota merekrut 1 anggota baru
Dalam 1 tahun (dalam 1 club)
Jika program ini dijalankan secara konsisten, maka secara matematis keanggotaan bisa bertambah signifikan, bahkan hingga 50% dalam satu tahun.
Bayangkan dampaknya dalam jangka panjang:
Dalam 5 tahun, kita bisa menambah minimal 1 distrik baru
Dalam 20 tahun, Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan Lions terbesar di dunia
Namun semua ini membutuhkan komitmen bersama.
Para District Governor perlu memiliki visi jangka panjang, bukan hanya program tahunan, tetapi masterplan 20 tahun ke depan.
Pertanyaannya adalah:
Lions Club Indonesia ingin dibawa ke mana?
Tanpa arah yang jelas, kita hanya berjalan tanpa tujuan.
Ketiga
Pendekatan Teritorial sebagai Prioritas
Selama ini, pembentukan Lions Club sering berbasis kategori (profesi, minat, atau komunitas tertentu). Namun saya berpendapat bahwa Lions Club harus lebih menekankan pada pendekatan teritorial.
Artinya, sebuah klub dibentuk berdasarkan wilayah geografis, misalnya:
Lions Club Jakarta Tomang
Lions Club Bandung Ciumbeluit
Lions Club Surabaya Mayjen Sungkono
Dengan pendekatan ini, anggota berasal dari wilayah yang sama, sehingga:
Lebih mudah berkoordinasi
Lebih memahami kebutuhan lokal
Lebih cepat bergerak saat dibutuhkan
Pendekatan kategorikal seperti Campus Club atau profesi (misalnya dokter gigi) tetap boleh ada, namun teritorial harus menjadi prioritas utama.
Lebih jauh lagi, saya mengusulkan agar setiap pemimpin wilayah kepala daerah seperti
Lurah
Camat
Walikota
Gubernur
Dapat diangkat sebagai anggota kehormatan (ex officio).
Mereka tidak perlu terdaftar secara formal di tingkat internasional, namun kehadiran mereka akan:
Memperkuat legitimasi Lions Club
Mempermudah koordinasi dengan pemerintah
Membuka peluang kolaborasi yang lebih luas
Jika mereka sudah tidak menjabat, keanggotaan tersebut dapat berakhir, kecuali mereka ingin bergabung sebagai anggota biasa.
Keempat
Sinergi dengan Program Pemerintah
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Lions Club tidak boleh berdiri sendiri. Kita harus menjadi bagian dari solusi nasional.
Artinya, Lions Club harus aktif mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lions Club dapat berperan dalam:
Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi
Sosialisasi manfaat program bagi generasi muda
Pendampingan pelaksanaan di lapangan
Dengan demikian, Lions Club tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga dalam aspek edukasi dan kesadaran masyarakat.
Kelima
Edukasi Sejak Dini: Menanamkan Nilai Lions
Untuk keberlanjutan organisasi, Lions Club perlu mulai membangun kesadaran sejak usia dini.
Salah satu gagasan yang dapat diterapkan adalah:
Penyediaan buku tulis atau sampul buku berlogo Lions di sekolah dasar
Program edukasi tentang kepedulian sosial
Kegiatan sederhana yang melibatkan anak-anak dalam aksi sosial
Kita bisa belajar dari praktik di Singapura, di mana anak-anak sekolah dasar sudah diperkenalkan dengan kegiatan sosial melalui organisasi seperti Palang Merah atau Red Cross
Mereka membagikan stiker kegiatan sosial di:
Mall
Rumah sakit
Tempat umum
Dengan cara sederhana ini, nilai-nilai kepedulian ditanamkan sejak kecil.
Jika Lions Club Indonesia melakukan hal serupa, maka dalam 10–20 tahun ke depan kita akan memiliki generasi yang
Mengenal Lions sejak dini
Memiliki jiwa sosial tinggi
Siap menjadi anggota di masa depan
Penutup
Lions Club adalah organisasi besar dengan sejarah panjang dan potensi luar biasa.
Namun untuk tetap relevan di masa depan, kita perlu keberanian untuk berpikir ulang, berinovasi, dan bertransformasi.
Pemikiran yang saya sampaikan ini bukanlah kritik, melainkan bentuk cinta dan kepedulian terhadap organisasi yang telah menjadi bagian dari hidup saya selama 45 tahun.
Saya percaya, dengan:
Peran sebagai penggerak sosial
Fokus pada pertumbuhan anggota
Pendekatan teritorial
Sinergi dengan pemerintah
Edukasi sejak dini
Lions Club Indonesia dapat menjadi kekuatan sosial yang jauh lebih besar dan berdampak.
Akhir kata, mari kita bersama-sama membangun Lions Club bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang.
We Serve.
Adharta
www.kris.or.id I www.adharta.com
