H-6 MENUJU HUT KE-6 KRIS
Jakarta
28 Oktober 2026
Oleh : Adharta
Ketua umum
KRIS
Dari Killcovid-19 Menjadi Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera
KRIS
Sebuah Transformasi Pengabdian
Enam hari menjelang HUT ke-6 Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), mari kita menengok kembali perjalanan yang menjadi fondasi lahirnya gerakan kemanusiaan ini.
Tidak banyak yang membayangkan bahwa sebuah gerakan yang lahir di tengah ketakutan akibat pandemi COVID-19 akan berkembang menjadi komunitas relawan dengan cita-cita pengabdian yang lebih luas.
Killcovid-19 merupakan bagian penting dari sejarah awal perjalanan ini. Ketika pandemi melanda Indonesia, masyarakat menghadapi ketidakpastian, fasilitas kesehatan berada di bawah tekanan, dan banyak keluarga membutuhkan pertolongan.
Dalam situasi tersebut, kepedulian tidak cukup disampaikan melalui kata-kata. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dari semangat itulah gerakan kerelawanan mulai menemukan bentuknya.
Dari Melawan Pandemi Menuju Gerakan Kemanusiaan
Transformasi Killcovid-19 menjadi KRIS bukan sekadar perubahan nama, melainkan perubahan cara pandang terhadap pengabdian.
Jika pada awalnya perhatian utama tertuju pada perjuangan menghadapi COVID-19, pengalaman tersebut kemudian membuka kesadaran bahwa persoalan kemanusiaan tidak berhenti ketika pandemi mereda.
Masih ada masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan.
Masih ada penderita tuberkulosis atau TBC yang membutuhkan pendampingan.
Masih ada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Masih ada keluarga yang membutuhkan bantuan ketika musibah datang tanpa peringatan.
Karena itu, semangat yang sebelumnya terarah pada satu krisis perlu berkembang menjadi gerakan yang mampu menjawab beragam kebutuhan masyarakat.
Dari sinilah KRIS membawa cita-cita yang lebih luas: membangun Indonesia yang sehat dan sejahtera melalui solidaritas, kerelawanan, serta kerja nyata.
Siapa Saja yang Berperan?
Transformasi ini tidak mungkin terwujud hanya berkat satu orang atau satu kelompok.
Ada para penggagas dan pemimpin yang menjaga arah perjuangan.
Ada para relawan yang menyumbangkan waktu, tenaga, dan keahlian. Ada tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan sesuai kompetensinya. Ada donatur yang mempercayakan sebagian rezekinya.
Ada komunitas, perusahaan, dan mitra yang membantu memperluas jangkauan pelayanan.
Ada pula masyarakat penerima bantuan yang sekaligus memberikan pelajaran berharga tentang ketabahan, persaudaraan, dan harapan.
Dalam perjalanan seperti ini, setiap orang memiliki peran yang berbeda, tetapi semuanya dapat menjadi bagian dari tujuan yang sama.
Sebagai Ketua Umum KRIS, saya, Adharta, memandang bahwa tugas kepemimpinan bukan sekadar mengarahkan organisasi.
Tugas yang lebih besar adalah merawat semangat para relawan, membangun kepercayaan, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan gerakan ini terus memberikan manfaat.
Namun, saya juga menyadari bahwa seorang pemimpin tidak akan mampu berjalan jauh tanpa dukungan banyak pihak.
KRIS adalah rumah bersama bagi mereka yang ingin berbuat baik.
Transformasi yang Harus Terus Berlanjut
Enam tahun perjalanan mengajarkan bahwa organisasi kemanusiaan tidak cukup hanya mengandalkan semangat.
Kita membutuhkan tata kelola yang baik, program yang terarah, kemitraan yang kuat, serta pengelolaan donasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kita juga harus terus belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan generasi relawan berikutnya.
Transformasi dari Killcovid-19 menuju KRIS harus menjadi proses yang terus hidup: dari respons terhadap krisis menuju kesiapsiagaan, dari bantuan sesaat menuju pemberdayaan, dan dari kepedulian individu menuju gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Sahabat-sahabatku,
Menjelang HUT ke-6 KRIS, saya mengajak kita semua untuk menghargai mereka yang telah memulai, mereka yang bertahan, dan mereka yang akan meneruskan perjuangan ini.
Mari kita besarkan KRIS bukan semata-mata dalam jumlah anggota, melainkan dalam luasnya manfaat dan kuatnya kepercayaan masyarakat.
Dari Killcovid-19 kita belajar menghadapi krisis. Melalui KRIS, mari kita memperluas pengabdian untuk kemanusiaan.
Perjalanan ini belum selesai. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.
Enam Tahun Menyalakan Harapan. Perjuangan Belum Selesai. Mari Kita Lanjutkan Bersama!
SATU HATI. SATU JIWA. SATU TUJUAN.
INDONESIA SEHAT. INDONESIA SEJAHTERA.
Salam kemanusiaan,
Adharta
Sahabat dalam Cita
Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS
Call Center
08119620888
www.kris.or.id I www.adharta.com
Bersambung…
