I LOVE FRATERAN (5)

Oleh: Adharta
Alumni SMAK Frateran 1976

Abhayagiri,
Yogyakarta

Selasa, 8 September 2026

Selamat Pagi, Yogyakarta!

Bagi saya, Yogyakarta selalu memiliki arti dan tempat tersendiri di dalam hati. Kota ini bukan sekadar kota pelajar, kota budaya, atau kota tujuan wisata dan perdagangan Yogyakarta adalah kota persahabatan, pengabdian, perjuangan, dan kenangan Manissss banget

Setiap kali menginjakkan kaki di kota ini, selalu ada kisah masa lalu yang kembali hidup dan ada rasa syukur yang tumbuh di dalam hati.

Saya adalah anggota Dewan Penasihat Universitas Atma Jaya Yogyakarta atau UAJY.

Boleh dibilang menjadi kota kedua setelah Jakarta
Bisa tanya Butet dan putrinya
Mas Kimpling
Teman teman Kraton

Bapak Rektor sendiri
Prof Dr G Sri Nurhartanto SH MH
merupakan sahabat karib saya.

Saya juga mengenal baik para dekan dan anggota dewan pengajar. Walaupun bukan alumni UAJY, saya merasa bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Menjelang kedatangan rombongan alumni SMAK Frateran 1976, sekretaris saya sempat bertanya, “Apakah perlu disediakan makan malam?”
Saya menjawab, “Boleh, tetapi yang datang lebih dari seratus orang.”

Sekretaris saya terkejut.
Ia semula mengira alumni yang akan hadir hanya sekitar sepuluh orang.
Ternyata pasukannya besar sekali! Inilah salah satu kekuatan keluarga besar
SMAK Frateran
ketika berkumpul, suasananya selalu ramai, hangat, dan penuh kegembiraan.

Yogyakarta juga pernah menjadi posko pengabdian saya ketika terjadi gempa bumi pada tahun 2006 dan letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Pada waktu itu, kami bersama aama bantuan dari Médecins Sans Frontières (MSF)
dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Doctors Without Borders dan dalam bahasa Indonesia berarti Dokter Tanpa Batas atau Dokter Lintas Batas
ikut menangani para korban bencana.
Kami memberikan berbagai bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya perlengkapan dasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Bantuan tersebut meliputi peralatan memasak lengkap, seperti kompor, wajan, panci, piring, dan mangkuk. Kami juga membagikan lampu teplok, lampu Aladin, sandal jepit, sarung, serta berbagai kebutuhan lainnya. Jumlah bantuan yang disalurkan sangat besar karena kerusakan yang terjadi juga begitu luas.

Koordinasi bantuan dilakukan bersama Gereja Katolik Paroki Santo Bonaventura dan Pastor Gabriel Maing, OFM.

Kami berusaha hadir bukan hanya untuk membagikan barang, tetapi juga untuk memberikan perhatian, penghiburan, semangat, dan harapan kepada para korban.

Banyak kenangan pahit selama penanganan bencana tersebut. Saya menyaksikan rumah rumah yang rusak, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, serta masyarakat yang harus memulai kembali kehidupannya dari awal.

Pada masa itu, saya bahkan sempat bertempat tinggal di Trucuk, Klaten, salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup besar.

Pengalaman tersebut tentu tidak mudah untuk dilupakan.
Namun, di tengah kesedihan dan penderitaan, saya juga melihat besarnya solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Saya bersyukur karena kami dapat melewati semuanya dan diberi kesempatan untuk hadir serta membantu saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan.

Kini, saya kembali berada di Yogyakarta dalam suasana yang berbeda.

Hari ini saya berkumpul kembali dengan sahabat-sahabat alumni SMAK Frateran angkatan 1976.

Kami menikmati perjalanan dan tamasya di Yogyakarta dalam rangka merayakan Reuni Emas 50 Tahun SMAK Frateran.
Lima puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat.

Banyak di antara kami telah menjalani jalan kehidupan yang berbeda-beda.

Ada yang menjadi pengusaha, profesional, dokter, pendidik, rohaniwan, pelayan masyarakat, dan menekuni berbagai bidang lainnya.

Kami mungkin tinggal di kota dan negara yang berbeda.

Namun, ketika kembali berkumpul, kami tetaplah sahabat-sahabat lama yang pernah belajar, bermain, bergembira, dan bertumbuh bersama di SMAK Frateran.
Saat ini
Sebenarnya, saya ingin membuat janji untuk bertemu dengan Bapak Wali Kota Yogyakarta,
Dr. dr. Hasto Wardoyo SpOg
Saya ingin memperkenalkan rombongan besar alumni SMAK Frateran 1976 kepada beliau. Namun, berjuta maaf, waktu yang tersedia tidak mencukupi. Apalagi pasukannya ternyata sangat besar!

Semoga pada kesempatan berikutnya kita dapat berkunjung dan bertemu. Next time, Pak Wali Kota, kami pasti mampir!

Lalu, apakah makna Yogyakarta dan Reuni Emas 50 Tahun SMAK Frateran bagi kita?

Nama Yogyakarta sering dikaitkan dengan kata Ayogya, yang mengandung makna baik, tenteram, damai, dan sejahtera. Makna ini sangat dekat dengan tema Reuni Emas SMAK Frateran 1976, yaitu “Seduluran Saklawase”, yang berarti persaudaraan untuk selama-lamanya.

Persaudaraan sejati tidak berhenti ketika kita lulus dari sekolah. Persaudaraan tetap hidup walaupun waktu terus berjalan, usia bertambah, dan jarak memisahkan.

Persaudaraan menjadi tempat bagi kita untuk saling menguatkan, saling memperhatikan, saling menolong, serta saling mendoakan.
Yogyakarta juga pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia pada tahun 1946.

Kota ini menyimpan catatan penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Ketika keadaan negara berada dalam masa sulit, Yogyakarta hadir sebagai kota yang melindungi dan menjaga keberlangsungan Republik Indonesia.
Demikian pula, melalui Reuni Emas ini, alumni SMAK Frateran 1976 ingin mencatat sebuah sejarah. Walaupun kami tidak ikut berjuang secara langsung pada masa kemerdekaan, kami tetap berusaha menjadi bagian dari perjuangan untuk mengisi kemerdekaan. Kami ingin memberikan karya terbaik bagi keluarga, masyarakat, sekolah, Gereja, bangsa, dan negara.

Yogyakarta mengajarkan kepada kita tentang kebersamaan, kesatuan, persatuan, dan cinta tanah air.

Nilai-nilai inilah yang juga kami temukan dalam Reuni Emas. Pertemuan ini bukan sekadar acara mengenang masa sekolah atau bernostalgia. Reuni Emas menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali persatuan para alumni dan meneguhkan rasa persaudaraan yang telah terjalin selama lima puluh tahun.

Ada dua makna lain yang menurut saya juga sangat penting.

Pertama, Yogyakarta merupakan ruang pengabdian dan kemanusiaan. Pengalaman saat gempa bumi dan letusan Merapi mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi juga dari apa yang dapat diberikannya kepada sesama.

Di tengah penderitaan, kita dipanggil untuk hadir, berbagi, dan menjadi pembawa harapan. Pengabdian membuat kehidupan kita lebih bermakna karena kebahagiaan sejati lahir ketika kita mampu meringankan beban orang lain.

Kedua,
Reuni Emas merupakan jembatan antargenerasi. Lima puluh tahun persahabatan bukan hanya milik para alumni 1976. Pengalaman, nilai-nilai kehidupan, semangat persaudaraan, dan karya pengabdian kita perlu diteruskan kepada generasi yang lebih muda. Kita memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa pendidikan di SMAK Frateran tidak hanya menghasilkan orang-orang yang pandai, tetapi juga pribadi-pribadi yang peduli, setia, rendah hati, dan berguna bagi sesama.
Reuni ini mengingatkan bahwa usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, dan langkah mungkin tidak lagi secepat dahulu.

Namun, semangat persaudaraan tidak boleh menjadi tua. Semangat untuk berbagi, melayani, mencintai tanah air, dan menjaga persatuan harus tetap menyala.
Semoga perayaan Reuni Emas 50 Tahun SMAK Frateran 1976 menjadi tonggak sejarah yang indah dan berkesan.

Semoga kebersamaan ini tidak berakhir ketika perjalanan di Yogyakarta selesai, tetapi terus berlanjut dalam perhatian, komunikasi, doa, dan karya nyata bagi sesama.
Terima kasih, Yogyakarta, atas segala kenangan, keramahan, pelajaran kehidupan, dan kesempatan untuk kembali mempererat persaudaraan.

Terima kasih kepada seluruh sahabat alumni SMAK Frateran 1976 yang telah hadir dan mengambil bagian dalam perjalanan istimewa ini.

Mari kita menjaga persahabatan yang telah berusia setengah abad ini dengan hati penuh syukur.

I Love Frateran.

I Love Yogyakarta.

Seduluran Saklawase!

Adharta
Sahabat dalam Cita

Rekening KRIS
BCA
6383648888
Atas nama
Perkumpulan KRIS

Call Center
08119620888

www.kris.or.id I www.adharta.com

Alumni SMAK Frateran 1976

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *