James Freddy Sundah
Oleh: Adharta
Ketua Umum KRIS
Jakarta, 7 Mei 2026
Kabar kepergian James Freddy Sundah datang begitu mendadak. Seperti petir di siang hari, membuat banyak hati terdiam, terkejut, dan kehilangan kata.
Namun di balik duka itu, tersimpan jejak kehidupan yang begitu kaya
tentang seorang musisi, pencipta, dan sahabat yang karyanya akan terus hidup melampaui waktu.
James lahir 1 Desember 1955
dan besar di Indonesia, dalam lingkungan yang sarat dengan musik.
Sejak muda, ia telah menunjukkan bakat luar biasa dalam mencipta melodi dan lirik yang menyentuh jiwa.
Musik baginya bukan sekadar hiburan, tetapi bahasa hati
cara menyampaikan rasa yang tak terucapkan. Perjalanan hidup membawanya kemudian menetap di Amerika Serikat, namun jiwanya tetap terikat kuat pada Indonesia, tanah yang menjadi sumber inspirasinya.
Salah satu karya paling dikenang adalah lagu Lilin-Lilin Kecil.
Lagu ini lahir dari kepekaan James terhadap kehidupan
tentang harapan kecil yang tetap menyala di tengah kegelapan. Ia pernah bercerita bahwa lagu ini terinspirasi dari refleksi sederhana: bahwa setiap manusia, sekecil apa pun perannya, adalah lilin yang memberi cahaya bagi sekitarnya.
“Lilin-Lilin Kecil” pertama kali dipopulerkan dalam ajang Festival Lagu Populer Indonesia dan kemudian dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Chrisye.
Sejak saat itu, lagu ini menjadi abadi
dinyanyikan oleh berbagai generasi penyanyi Indonesia, dari panggung besar hingga pertemuan kecil yang penuh makna.
Lagu ini tidak hanya dikenal, tetapi dirasakan.
Dalam masa pandemi yang sunyi dan penuh ketidakpastian, kenangan tentang James justru menjadi lebih hangat. Selama empat tahun, setiap hari Selasa, pertemuan kecil bertajuk
“Lilin-Lilin Kecil” menjadi ruang kebersamaan. Di sana, tidak hanya lagu yang dinyanyikan, tetapi juga harapan yang dirawat.
James hadir bukan sekadar sebagai pencipta lagu, tetapi sebagai jiwa yang menghidupkan suasana
membuat setiap orang merasa ditemani.
Di balik sosoknya, ada Lia
pendamping setia yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Kisah mereka sederhana, namun penuh makna.
Lia bukan hanya istri, tetapi juga sahabat, pendengar, dan penjaga semangat James.
Dalam banyak kesempatan, Lia menjadi orang pertama yang mendengar lagu-lagu James, termasuk “Lilin-Lilin Kecil”.
Lia yang tersenyum, mengangguk, dan berkata pelan, “Ini akan menyentuh banyak hati.” Dan memang benar.
Ada satu kisah kecil yang selalu dikenang.
Suatu malam, di tengah kesibukan dan tekanan hidup, James duduk diam memandang lilin kecil yang menyala di meja.
Lia mendekat, tanpa banyak kata.
Mereka hanya duduk bersama, dalam keheningan.
Dari momen sederhana itulah, lahir sebuah lagu yang kemudian menguatkan ribuan, bahkan jutaan orang.
Kini James telah pergi, namun lilin-lilin kecil yang ia nyalakan tetap menyala. Dalam setiap nada, dalam setiap kenangan, dan dalam setiap hati yang pernah disentuhnya.
Lia, kami sekeluarga turut berduka cita.
Salam hangat untuk seluruh keluarga.
Masih teringat kita jumpa setiap minggu
Bercerita
Bercands
Dan bertukar pikiran
Malam pernah bersama Bapak Budi Gunadi Sadikin dan Ibu
Saya teringat ketika saya diminta mengisi video lagu lilin lilin kecil
Untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Nah ada bapak Presiden Jokowi ikut nyanyi
Saya lagi cari video lagu Lilin Lilin kecil
Siapa tahu masih ada yang menyimpannya
Adharta dan Lena
