Artificial Intelligence
Oleh: Adharta
Ketua Umum
KRIS
Sentul Highland, 20 Juni 2026
Seharian bermain golf bersama sahabat katib di Sentul Highland menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan.
Di sela-sela ayunan stik golf, dari backswing hingga follow-through, percakapan kami mengalir ke satu topik yang kini hampir tidak pernah absen dalam setiap diskusi:
Artificial Intelligence (AI).
Memang benar, ke mana pun kita pergi, pembicaraan tentang AI selalu terasa menarik. Teknologi ini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan telah menjadi bagian nyata dari kehidupan sehari-hari.
Dari bisnis hingga kesehatan, dari pendidikan hingga hiburan, AI telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
Salah satu topik yang kami bahas adalah bagaimana kemajuan teknologi saat ini berjalan beriringan dengan lonjakan peran AI.
Perkembangan nya begitu cepat, bahkan sering kali melampaui ekspektasi kita.
Negara-negara besar pun berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan teknologi ini.
Salah satunya adalah Tiongkok, yang dikenal sangat serius dalam mengembangkan dan mengimplementasikan AI.
Jika Anda berkunjung ke Shanghai, Anda akan langsung merasakan bagaimana AI hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari sistem pembayaran tanpa kasir di toko, layanan Mal besar pelanggan berbasis robot, hingga informasi pariwisata yang sepenuhnya terintegrasi dengan kecerdasan buatan.
Semua terasa efisien, cepat, dan hampir tanpa hambatan.
Pagi ini, saya menerima telepon dari bapak Dwi Helly.
Beliau menyampaikan bahwa akan mengikuti sebuah seminar tentang AI.
Hal ini semakin menguatkan pemikiran saya bahwa KRIS ke depan juga perlu mengadakan seminar serupa.
Kita perlu menghadirkan para ahli, membuka wawasan anggota, dan mempersiapkan diri menghadapi era baru ini.
Bayangkan jika kita bisa menghadirkan tokoh seperti Profesor Pitoyo yang sekarang berdomisili fi Tokyo Jepang, dan yang dikenal sebagai pelopor robot Gundam dunia dan guru besar AI
Beliau adalah, putra dari Profesor Ping Hartono sahabat saya yang juga merupakan anggota KRIS
Beliau bisa dapat menjadi jembatan untuk kolaborasi internasional.
Ini bukan sekadar gagasan, tetapi peluang nyata yang harus kita tangkap.
Pembicaraan kami kemudian berkembang ke arah yang lebih dalam, khususnya tentang dampak AI di bidang kesehatan.
Beberapa teman saya
yang juga saya kisahkan dalam cerpen cerpen mengungkapkan bahwa AI kini sangat membantu dunia kedokteran dan farmasi.
Mulai dari operasi jarak jauh, analisis data medis, hingga pemeriksaan kesehatan yang semakin akurat.
Saya sempat bertanya, bukankah selama ini jika kita sakit, kita perlu datang ke dokter, melakukan konsultasi, diperiksa secara langsung, lalu menjalani tes seperti darah, tekanan darah, atau suhu tubuh sebelum mendapatkan diagnosis dan pengobatan?
Namun kini, bayangkan sebuah sistem di mana seseorang cukup datang, melakukan scan kornea mata, dan seluruh pemeriksaan dapat dilakukan secara lengkap. Dari analisis darah, deteksi kondisi jantung melalui EKG, pemeriksaan otak melalui ECG, hingga deteksi dini kanker
semuanya bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Apakah itu benar-benar mungkin?
Saat pertanyaan itu saya lontarkan, partner golf saya hanya tersenyum dan memberikan komentar ringan.
Kami pun tertawa bersama. Namun di balik tawa itu, tersimpan kesadaran bahwa hal-hal yang dulu terasa mustahil kini perlahan menjadi kenyataan.
Bahkan dalam olahraga seperti golf, AI mulai digunakan untuk menganalisis teknik permainan.
Dari posisi tubuh, sudut ayunan, hingga ritme gerakan
semuanya dapat dipelajari dan diperbaiki secara instan.
Seorang pemula Golfer bisa mendapatkan pelatihan layaknya profesional hanya dengan bantuan teknologi.
Investasi dalam pengembangan AI saat ini mencapai miliaran dolar.
Para ilmuwan dan perusahaan teknologi berlomba menciptakan inovasi yang dapat mengubah hidup manusia secara fundamental.
Kita mulai mendengar kemungkinan bahwa suatu hari nanti orang buta dapat melihat kembali, orang tuli dapat mendengar, anak dengan autisme dapat berkembang lebih optimal, bahkan mereka yang mengalami kelumpuhan bisa berjalan kembali.
Lebih jauh lagi, muncul gagasan ekstrem:
bagaimana jika seseorang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal bisa dalam sekejap memiliki pengetahuan setara profesor, hanya dengan bantuan AI?
Pertanyaan ini membawa kita pada refleksi yang lebih dalam.
Apakah suatu hari nanti sekolah sampai universitas akan kehilangan relevansinya?
Apakah profesi seperti insinyur, akuntan, atau bahkan dokter akan tergantikan?
Saya Sebagai seorang insinyur teknik sipil, saya memahami betul betapa kompleksnya perhitungan struktur sebuah bangunan.
Untuk merancang gedung tinggi, prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Namun dengan bantuan AI, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hingga 80 persen lebih cepat.
Efisiensi waktu dan biaya menjadi sangat signifikan.
Hal yang sama terjadi di bidang akuntansi. Penyusunan laporan keuangan yang biasanya membutuhkan waktu 4 hingga 6 bulan kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam.
Analisis data menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan minim kesalahan.
Di tengah semua itu, saya sempat membuka ponsel saya
sebuah perangkat yang sudah terasa “kuno”,
yaitu Vivo X80. Tiba-tiba muncul notifikasi yang menyarankan untuk memperbarui sistem atau bahkan mengganti perangkat.
Saya hanya bisa tertawa kecil. Teknologi memang tidak pernah berhenti bergerak maju, dan kita sering kali dipaksa untuk ikut berlari mengejarnya.
Menariknya, hampir setiap pagi aplikasi seperti ChatGPT memberikan sapaan hangat, khususnya bagi pengguna premium Plus
Tidak hanya sekadar salam, tetapi juga kata-kata motivasi dan tips yang relevan, termasuk bagi para relawan sosial.
Di sinilah saya melihat sisi positif lain dari AI.
Bukan hanya soal efisiensi dan kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana AI dapat menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan.
Kata Pastor Berti Tijow MSC dalam makan siang bersama dan diskusi singkat mengenai AI
Beliau menyarankan bagaimana kita bisa menyikapinya perkembangan Teknologi secara bijaksana
Toh teknologi juga fi ciptakan manusia dengan bijaksana
Pastor
Kotbah bakalan mudah pakai AI yaa
Beliau tersenyum saja
Yang penting semua menjadi baik
Dan semakin banyak orang mencintai Hati Kudus Yesus
Acara diisi Pastor Berti menyanyi lagu
Its Now or Never dan My Way serta beberapa lagu cantik
(bukan AI lho)
Kita hidup di dunia di mana begitu banyak orang membutuhkan bantuan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar bergerak untuk membantu.
Kata AI
Di sisi lain, ada banyak orang yang sebenarnya memiliki niat baik untuk membantu sesama, tetapi tidak memiliki kesempatan bantu atau sarana.
(Lanjut Chatgpt)
AI berpotensi menjadi jembatan antara keduanya
menghubungkan kebutuhan dengan kepedulian.
Namun, kita juga perlu berhati-hati.
*AI adalah alat, bukan tujuan.*
AI dapat menjadi kekuatan Entitas yang luar biasa jika digunakan dengan bijak, tetapi juga dapat menjadi ancaman jika disalahgunakan.
Terutama penipuan dalam bidang perbankan keuangan
Oleh karena itu, peran manusia tetap sangat penting
Sebagai pengendali, sebagai penentu arah, dan sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut saya, masa depan bukanlah tentang manusia melawan AI, tetapi tentang bagaimana manusia dan AI dapat berjalan bersama.
AI tidak akan menggantikan manusia sepenuhnya, tetapi manusia yang mampu memanfaatkan AI dengan baik akan menggantikan mereka yang tidak.
Kita tidak perlu takut pada perubahan, tetapi kita harus siap menghadapinya.
Pendidikan mungkin akan berubah bentuk, profesi mungkin akan berevolusi, tetapi nilai-nilai dasar seperti integritas, empati, dan semangat untuk membantu sesama akan tetap menjadi fondasi utama.
KRIS sebagai organisasi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan anggotanya menghadapi era ini.
Seminar, diskusi, dan kolaborasi harus terus didorong agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam perubahan besar ini.
Pada akhirnya, AI bukan hanya tentang teknologi. I
AI adalah tentang masa depan manusia.
Dan masa depan itu sedang kita bentuk
hari ini, melalui pilihan-pilihan yang kita ambil.
Ya ampun… dunia ini berubah begitu cepat.
Namun di tengah perubahan itu, satu hal yang tidak boleh hilang adalah hati nurani kita sebagai manusia
Kata Pastor Berty
Terima kasih Romo sudah bersama kita selalu
Tulisan ini sebagai hadiah Ulang tahun buat istri tercinta Magdalena Santoso
www.kris.or.id I www.adharta.com
