Lelaki Tanpa Batas Waktu
(ELTEBEWE)

Drama musikal yang patut anda tonton dan saksikan
Kreasi anak muda di bawah Sutradara
Maha karya

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Studi tentang Pendidikan Keluarga dan Keteguhan hati Seorang Ayah

Awal dari Cinta

Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap manusia.

Di sanalah nilai, karakter, dan arah hidup ditanamkan jauh sebelum pendidikan formal dimulai.

Namun tidak semua keluarga tumbuh dalam kondisi ideal.

Ada keluarga yang harus berjalan dalam keterbatasan, kehilangan salah satu peran, dan dipaksa untuk bertahan dengan kekuatan yang tersisa.

Kisah Pak Dewo,
seorang ayah single parent dalam drama musikal
“Lelaki Tanpa Batas Waktu”, adalah potret nyata dari perjuangan itu.

Pak Dewo bukan tokoh sempurna.
Ia bukan orang kaya, bukan pula sosok berpengaruh.

Ia hanyalah seorang ayah biasa yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Melalui kerja keras tanpa mengenal batas waktu,
ia membuktikan bahwa pendidikan keluarga tidak selalu lahir dari kelimpahan materi, tetapi dari keteladanan, pengorbanan, dan cinta yang konsisten.

Kisah Pak Dewo: Ayah, Pekerja, dan Pendidik Kehidupan
Sebagai ayah tunggal,
Pak Dewo memikul peran ganda.
Ia adalah pencari nafkah sekaligus pendamping emosional bagi anak-anaknya.

Pagi hari ia berangkat sebelum matahari terbit. Malam hari, ketika kebanyakan orang telah beristirahat, ia masih bekerja demi tambahan penghasilan. Lelah dan lapar menjadi bagian dari keseharian, tetapi menyerah bukan pilihan.

Bagi Pak Dewo, pendidikan anak bukan sekadar soal biaya sekolah.

Pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran keterbatasan.

Ia sadar bahwa ia mungkin tidak mampu mewariskan harta, tetapi ia bisa mewariskan masa depan.
Ia bekerja bukan demi dirinya sendiri, melainkan demi harapan anak-anaknya.

Julukan “Lelaki Tanpa Batas Waktu” lahir dari dedikasinya.
Ia mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kepentingan pribadinya, agar anak-anaknya tidak kehilangan kesempatan untuk bermimpi dan meraih kehidupan yang lebih baik.

Pendidikan Keluarga: Sekolah Pertama yang Paling Menentukan
Pendidikan keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter anak. Dalam keluarga Pak Dewo, pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat panjang atau teori moral. Pendidikan justru hadir melalui contoh hidup.

Anak-anak melihat ayah mereka bangun lebih awal, bekerja lebih keras, dan pulang dalam keadaan letih namun tetap bertanggung jawab.

Dari situ mereka belajar tentang ketekunan, kejujuran, dan arti pengorbanan.

Pak Dewo mengajarkan bahwa hidup tidak selalu mudah, tetapi selalu layak diperjuangkan.
Di tengah keterbatasan waktu bersama, Pak Dewo memastikan kehadirannya bermakna.

Ia menanyakan kabar sekolah, mendengarkan cerita anak-anaknya, dan menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah nasib. Walau tidak selalu hadir secara fisik, nilai-nilai hidup yang ia tanamkan terus hidup dalam diri anak-anaknya.

Peran Ayah sebagai Single Parent: Tantangan dan Tanggung Jawab
Menjadi ayah single parent bukanlah peran yang ringan. Ada tekanan ekonomi, kesepian emosional, dan tuntutan sosial yang harus dihadapi sendirian.

Dari kisah Pak Dewo, terdapat beberapa pelajaran penting dan saran konkret bagi para ayah single parent:
Menempatkan Anak sebagai

Prioritas Hidup
Segala keputusan hidup perlu berpihak pada kepentingan terbaik anak: pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan batin mereka.
Memberi Keteladanan Nyata
Anak-anak belajar dari sikap orang tua. Kerja keras, tanggung jawab, dan kejujuran yang ditunjukkan ayah akan membentuk karakter anak lebih kuat daripada kata-kata.
Membangun Kedekatan Emosional
Ayah perlu hadir sebagai tempat aman bagi anak-anak untuk berbagi cerita, ketakutan, dan harapan mereka.
Mengelola Waktu dengan Kesadaran
Waktu yang singkat namun penuh perhatian jauh lebih bermakna dibandingkan kebersamaan tanpa kehadiran hati.
Menerima dan Mencari Dukungan

Ayah single parent tidak harus berjalan sendiri. Dukungan keluarga besar, komunitas, dan lingkungan sosial sangat membantu.
Menanamkan Harapan dan Tujuan Hidup
Anak-anak perlu diyakinkan bahwa masa depan mereka tidak ditentukan oleh keterbatasan hari ini.
Studi tentang Keluarga: Pendidikan sebagai Warisan Terbesar
Dari sudut pandang studi keluarga, kisah Pak Dewo menegaskan bahwa pendidikan adalah warisan paling berharga. Bukan harta, bukan jabatan, melainkan nilai hidup yang ditanamkan secara konsisten.

Keluarga Pak Dewo membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang keberhasilan. Dengan disiplin, kerja keras, dan kasih tanpa syarat, anak-anak tumbuh dengan motivasi yang kuat.

Ketika akhirnya mereka berdiri di panggung wisuda, keberhasilan itu adalah buah dari pengorbanan seorang ayah yang bekerja tanpa batas waktu.
Dalam keluarga single parent, peran orang tua menjadi jauh lebih berat, tetapi juga jauh lebih bermakna. Setiap pengorbanan memiliki dampak langsung pada masa depan anak-anak.

Sebuah Cinta mengakhiri segalanya
Pak Dewo adalah gambaran banyak ayah di dunia nyata: bekerja dalam diam, berjuang tanpa sorotan, dan mencintai tanpa syarat. Ia mungkin tidak meninggalkan kekayaan, tetapi ia meninggalkan nilai kehidupan yang akan terus hidup dalam diri anak-anaknya.

“Lelaki Tanpa Batas Waktu”
bukan sekadar kisah panggung. Ia adalah cermin tentang arti pendidikan keluarga, keteguhan seorang ayah, dan kasih yang diwujudkan melalui pengorbanan nyata.

Keberhasilan sejati bukan diukur dari apa yang dimiliki orang tua, tetapi dari siapa anak-anak itu kelak menjadi
berpendidikan, berkarakter, dan membawa terang bagi sesama
karena ada seorang ayah bernama Pak Dewo, yang rela bekerja tanpa batas waktu.

Kesempatan luar biasa
Buat Anda dan Keluarga
Saya Undang untuk hadir di Ciputra Artpreneur

Minggu
22 Pebruari 2026
Jam 18.00

www.kris.or.id I www.adharta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *