Mutiara yang Menyatukan Keluarga Imlek 2577 (8)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Pagi subuh
17 Pebruari 2026

Selamat Tahun Baru Imlek 2577.

Tahun baru selalu datang membawa napas baru.

Bukan hanya kalender yang berganti, tetapi juga hati, niat, dan harapan.

Imlek bagi keluarga kami bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah mutiara keluarga—kecil, berkilau, namun bernilai sangat dalam.
Menyambut Imlek, kami memulai dengan hal-hal sederhana namun sarat makna
Sepatu baru, baju baru, celana baru, semuanya bernuansa baru.

Bukan semata soal penampilan, tetapi simbol bahwa kami siap melangkah dengan semangat yang diperbarui, meninggalkan yang lama, menyambut yang baru dengan hati bersih dan pikiran jernih.

Malam ini rumah terasa hidup. Kami berkumpul bersama anak, menantu, cucu, besan, keponakan, dan ipar, suasana hangat, ramai, dan penuh tawa.

Tidak bisa hadir anak Dirga dan menantu Intan, bersama tiga cucu tercinta. Freyja, Iris, dan Allegra belum bisa ikut berkumpul karena mereka tinggal jauh di Melbourne, Australia.

Namun jarak tidak pernah benar-benar memisahkan keluarga doa dan kasih selalu menemukan jalannya.

Rumah terasa penuh.
Ada besan, ada keponakan, ada Adik, adik ipar, dan keluarga besar lainnya. Cukup ramai, cukup hangat, cukup membahagiakan.

Kami menikmati makan malam bersama, ada Sop Buntut paling enak afa Hiwan ikan, udang gandum, kaki babi, babi p anggang, brokoli tidak lupa aLomi dan beberapa macam. Makanan lainnya

Kami saling bertukar cerita, senyum, dan kenangan.
Inilah kekayaan yang sesungguhnya.
Makna
“Tutup Meja” dalam Imlek
Istilah “Tutup Meja” sangat populer dalam menyambut Tahun Baru Imlek.
Bagi kami, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar selesai makan.

Tutup Meja adalah simbol:
Menutup lembaran lama dengan rasa syukur
Mengakhiri tahun dengan kebersamaan, bukan kesendirian
Mengunci pintu kesedihan, membuka pintu harapan
Saat meja ditutup, bukan berarti kebersamaan berakhir, tetapi justru menegaskan bahwa keluarga telah dipersatukan dalam satu meja, satu doa, satu harapan. Meja makan menjadi altar kecil tempat cinta, maaf, dan harapan saling bertemu.

Harapannya sederhana namun mulia
semoga di tahun baru, tidak ada yang tertinggal sendirian, tidak ada yang berjalan tanpa dukungan, dan tidak ada yang kehilangan arah.

Doa Imlek Keluarga
(Termasuk Doa buat para sahabat semua)

Tuhan yang Maha Pengasih, dan penyayang
karena kasih setia-Mu,
malam ini Engkau mengumpulkan kami, keluarga dan para sahabat disini, dalam keadaan sehat walafiat.

Kami bersyukur atas makanan yang tersedia, atas tawa yang tercipta, dan atas cinta yang Engkau tanamkan di antara kami.

Berkatilah makanan ini agar menjadi kekuatan bagi tubuh kami,
berkatilah kebersamaan ini agar menjadi perekat kesatuan dan persatuan,
dan berkatilah keluarga dan para sahabat kami agar selalu dipenuhi kasih, pengertian, dan pengampunan.

Jadikan rumah ini tempat damai,
hati kami tempat cinta,
dan hidup kami saling menguatkan.
Amin.

Angpao
Simbol Kasih dan Doa
Malam ini cucu-cucu menerima angpao, simbol berbagi rezeki dan harapan. Angpao bukan soal jumlah, melainkan doa yang dibungkus merah, warna keberanian, kehidupan, dan keberuntungan.

Biasanya ada suster-suster dan acara khusus, namun tahun ini persiapan tidak sempat dilakukan.

Beberapa tamu hadir
Sayabat Bobby, Dwi, Freddy, Fandy, Leny, dan beberapa kawan lainnya.

Tidak lengkap secara acara, tetapi lengkap secara rasa.
Karena Imlek sejatinya bukan panggung, melainkan perjumpaan hati.

Imlek sebagai Pendidikan Moral dan Kepribadian
Imlek mengajarkan banyak hal:
Hormat kepada orang tua dan leluhur

Imlek mengajarkan dan memacu kita untuk
Kerja keras tanpa melupakan nilai
Kesuksesan yang lahir dari ketekunan, bukan keserakahan

Imlek juga memberi dorongan kerja keras, semangat baru, dan optimisme
sering dikaitkan dengan shio. Namun bagi kami, shio hanyalah pengingat, bukan penentu.

Penentu sejati adalah niat baik, usaha jujur, dan doa yang tulus.
Tahun baru adalah undangan untuk:
Memperbaiki sikap
Menguatkan karakter
Menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan peduli

Kesembuhan dan Pemulihan

Imlek adalah waktu memohon kesembuhan atas sakit penyakit, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi di dalam hati.
Luka lama, rasa kecewa, kesalahpahaman
semuanya layak disembuhkan.
Kami percaya, kesembuhan dimulai dari keluarga yang saling menopang.
Penyatuan Ikatan dan Komunikasi Lintas Kehidupan
Imlek menyatukan ikatan keluarga, saling bahu-membahu membangun keluarga besar.

Bukan hanya yang hadir secara fisik, tetapi juga:
Mereka yang jauh
Mereka yang telah lebih dulu berpulang
Kami membangun komunikasi lintas kehidupan
menghormati yang telah meninggal, meneruskan nilai-nilai mereka, dan menjaga nama baik keluarga sebagai warisan.
Harapan di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, harapan kami sederhana namun dalam:
Semoga keluarga kami selalu diberi kesehatan
Semoga anak-cucu bertumbuh dalam hikmat dan kasih
Semoga pekerjaan diberkati dan membawa manfaat dan rejeki
Semoga rumah ini selalu menjadi tempat pulang
Karena pada akhirnya, Imlek bukan tentang kembang api,
melainkan tentang keluarga yang tetap berkumpul meski waktu terus berjalan.
Imlek adalah mutiara keluarga.

Dan malam ini, mutiara itu bersinar terang.
Semoga semua baik adanya.

Tamat

www.kris.or.id  I www.adharta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *